Grek Hambali : Usaha Penangkar Tanaman Hias Aglaonema Indonesia

Greg Hambali berhasil menyilangkan aglaonema pertamanya yang diberi nama “Pride Of Sumatera” dan “Donacermen”. Saat itulah komunitas tanaman hias Indonesia mengenal aglaonema hybrid pertama yang mempunyai warna merah, dimana sebelumnya tanaman ini yang beredar dan dikenal oleh kolektor hanya memiliki daun warna hijau, kuning maupun verigata (hijau kekuningan). Hasil penyilangan Greg Hambali bersaun merah akhirnya mulai diikuti oleh petani Thailand untuk diperkenalkan kepada masyarakat dunia. Hingga saat ini, aglaonema yang paling diminati di Indonesia adalah yang berdaun merah dengan harga yang murah.

Harga dan tren

Harga aglaonema merupakan tanaman hias yang yang harga koreksinya cepat setiap bulan berubah), bulan maret 2009 seharga Rp. 2 juta/daun, mungkin satu bulan berikutnya bisa Rp. 1 juta/daun atau bisa jadi Rp. 2,5 juta/daun. Harga aglaonema lokal lebih stabil dibandingkan dengan harga impor dari Thailand. Ciri yang digunakan untuk mengenali aglaonema local dan impor adalah impor adalah bagian bawah daun aglaonema local pasti berwarna merah sampai batangnya, sedangkan aglaonema impor tidak berwana merah pada bagian bawah daunnya.

Jenis  aglaonema yang paling mahal saat ini adalah sexy pink (Rp. 2,5 juta/daun) dan hot lady (Rp. 300 – 500 ribu/daun), sedangkan yang paling murah adalah donacermen, yakni Rp. 1,5 / daun. Bentuk daun cenderung bulat. Warna daunnya dengan bercak hijau.

Tips memulai usaha bagi pemula

Bagi pemula yang ingnmemulai terjun ke usaha tanaman hias, bisa memulai usaha denga modal sebesar Rp. 2 juta. Caranya bisa diawali dengan mencoba tanaman aglaonema yang mudah diperbanyak dan berharga murah, agar jika gagal, kerugian tidak begitu terasa. Sedangkan untuk modal seorang pedagang, lebih baik memiliki tanaman atau jaringan pemasaran yang baik dulu. Barulah bisa diperkirakan modal awal usaha/budidaya aglaonema. Dalam usaha tanaman hiasa biasanya margin keuntungan yang bisa diperoleh yakni 20-30%. Cara promosi yang jitu adalah dengan mengikuti pameran. Sedangkan cara untuk pemasarannya yang baik terutama untuk pemula, yakni dengan mendisplay produk di mursery yang berada di sentra tanaman hias, atau jika belum memiliki nursery bisa dengan cara titip jual. Pemasaran dengan cara online di internet untuk tanaman hias saat ini saat ini terbilang masih belum efektif.

 

Sumber : Kewirausahaan “Teori, Praktik dan Kasus-Kasus” dikutip dari (Tabloid Peluang Usaha, no. 15/Thn. IV/30 Maret-17 April 2008, hlm. 12.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s