Pemula uaha yang belum berpengalaman sering kali terkecoh dengan memberi perhatian yang berlebigh pada aspek produksi. Mereka menghabiskan waktu siang dan malam untuk membangun fasilits prodyksi dan produk unggulan. Namun, begotu kegiatan investasi selesai dilakukan dan produk tersedia , pembelinya belum ada. Bahkan mereka tidak tau seperti apa pelangganya. Dalam ilmu pemasaran, orientasi pada proiduk dan produksi sudah lama ditinggalkan. Dan kini, supaya berhasil, seorang wirausaha harus membalikkan cara berpikirnya dan memulainya dari sisi pemasaran. Anda mungkin akan bertanya: bagaimana mungkin? Wong produknya saja belum ada kok kami diminta sudah melakkan pemasarannya?! Betul, pemasaran sudah harus ada di kepala siapa saja yang mau menjadi wirausaha jauh sebelum produk itu dibuat atau fasilitas produksi dibangun. Anda harus memulainya dengan menjawab siapakah calon pembeli produk/jasa saya? Apakah dia lelaki, perempuan, atau unisex? Apakah produk/jasa ini berhubungan dengan usia? Apakah untuk dipasarkan di daerah tertentu saja atau bias dipasarkan di mana saja? Semua pertanyaan-pertanyaan mengenai segmentasi atau sasaran pasar anda harus jelas.

Sering dikatakan, kalau anda ingin menjual apa saja anda tak akan menjual apa-apa. Klau anda mengatakan produk anda bias dipakai oleh siapa saja, makan tak seorangpun akan memakainya. Selain pertanyaan mengenain segmentasi, kta juga harus menjawab pertanyaan-pertanyaan praktis seperti: apakah produk/jasa kita benar-benar dibutuhkan? Bagaimana cara mengubah kebutuhan itu menjadi permintaan? Mereka mau membeli dengan harga berapa? Berapa besar ukuran produk dan jumlah produksinya?

Tentu saja akan lebh baik lagi bila anda mulai coba-coba melakukan penjualan. Mislanya, anda pernah bekerja untuk orang atau perusahaan lain pada produk yang sejenis. Anda kenal betul perilaku pembelian dan siapa saja pembelinya. Dengan kata lain, anda sudah mempunyai pelsnggan sebelum membuat sendiri produknya. Banyak usaha yang dibangun atas dasar pesanan pelannga, dan pelanggan harus menunggusampai barangnya jadi. Uang harus dibayar di muka, dilanjutkan installament secara bertahap. Begitu uang selesai dibayar, barang baru jadi dan diserakhan. Risiko usaha seperti ini sangat kecil. Perumahan, apartement, kapal-kapal besar, pesawat terbang dll dibuat kalau pelangganya sudah ada.

Sumber : Modul kewirausahaan untuk program strata 1.

Iklan